Asal-usul Deli Serdang: Sejarah, Geografi, Fakta Unik, dan Ciri Khasnya
MedanWow.id – Deli Serdang – Deli Serdang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara dengan pusat pemerintahannya berada di Kecamatan Lubuk Pakam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Deli Serdang tahun 2023, populasi kabupaten ini mencapai 1.953.986 jiwa pada tahun 2022, menjadikannya sebagai kabupaten dengan populasi terbesar di Provinsi Sumatera Utara.
Dikenal sebagai salah satu dari 33 kabupaten atau kota di Provinsi Sumatera Utara, Deli Serdang menonjolkan kekayaan sumber daya alamnya yang berlimpah, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk investasi. Selain itu, keberagaman budaya juga menjadi ciri khas kabupaten ini, tercermin dari beragam suku bangsa yang berasal dari seluruh Nusantara.
Etnis asli Deli Serdang meliputi Melayu Deli dan sebagian dari Melayu Serdang dengan penamaan kabupaten ini mengacu pada dua kesultanan, yaitu Kesultanan Deli dan Kesultanan Serdang. Selain itu, terdapat juga etnis Batak Karo yang mendiami beberapa kecamatan di kabupaten ini, terutama di wilayah hulu yang berbatasan dengan Kabupaten Karo. Ditambah lagi kehadiran etnis Batak Toba, Batak Simalungun, dan berbagai suku pendatang seperti suku Jawa, Minangkabau, Nias, Tionghoa, India, dan lainnya yang juga menetap di kabupaten ini.
Sejarah Kabupaten Deli Serdang
Dilansir dari laman resmi Pemkab Deli Serdang, sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, Kabupaten Deli Serdang terkenal dengan dua kerajaan, yaitu Kesultanan Deli yang pusatnya ada di Kota Medan dan Kesultanan Serdang yang berpusat di Perbaungan.
Kabupaten Deli dan Serdang kemudian ditetapkan sebagai Daerah Otonom sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1984 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 7 Darurat Tahun 1965. Kemudian tanggal 1 Juli 1946 ditetapkan sebagai hari perayaan ulang tahun Kabupaten Deli Serdang.
Ibu Kota Kabupaten Deli Serdang dipindahkan dari Kota Medan ke Lubuk Pakam sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1984. Pengesahan lokasi perkantoran di Tanjung Garbus dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara pada tanggal 23 Desember 1986.
Berdasarkan UU Nomor 36 Tahun 2003, Kabupaten Deli Serdang dimekarkan menjadi dua wilayah, yaitu Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai. Administratifnya, Kabupaten Deli Serdang terbagi menjadi 22 Kecamatan, dengan 14 Kelurahan dan 380 Desa.
Sebagai bagian dari pembangunan, Kabupaten Deli Serdang memiliki motto “BHINNEKA PERKASA JAYA”, yang tercermin dalam semangat persatuan dan kerja sama masyarakat dengan beragam latar belakang suku, agama, ras, dan golongan untuk membangun potensi sumber daya alam dan manusianya, serta mencapai kesejahteraan dan kejayaan bersama.
Daftar Bupati Deli Serdang
Sejarah kepemimpinan di Kabupaten Deli Serdang mencatat beberapa nama bupati, antara lain:
Moenar S.Hamidjojo (1946 – 1947)
Sampoerna Kolopaking (1947 – 1951)
Wan Oemaroeddin Barus ( 1 April 1951-1 April 1958 )
Abdullah Eteng ( 1 April 1958 – 11 Januari 1963 )
Abdul Kadir Kendal Keliat ( 11 Januari 1963 – 11 November 1970 )
H. Baharoeddin Siregar ( 11 Novermber 1970 – 17 April 1978 )
Abdul Muis Lubis ( 17 April 1978 – 3 Maret 1979 )
H. Tenteng Ginting ( 3 Maret 1979 – 3 Maret 1984)
H. Wasiman ( 3 Maret 1984 – 3 Maret 1989 )
H. Ruslan Mansur ( 3 Maret 1989 – 1994 )
H. Maymaran NS ( 3 Maret 1994 – 3 Maret 1999)
Drs. H. Abdul Hafid, MBA ( 3 Maret 1999 – 7 April 2004 )
Drs. H. Amri Tambunan ( Periode 2004 – 2009 dan Periode 2009-2014)
Ashari Tambunan ( periode 2014 – 2019 dan periode 2019 – 2023)
Ali Yusuf Siregar ( 6 Desember 2023 – sekarang)
Geografi Deli Serdang
Secara geografis, Kabupaten Deli Serdang terletak antara 2°57′ Lintang Utara hingga 3°16′ Lintang Utara dan 98°33′ Bujur Timur hingga 99°27′ Bujur Timur, dengan ketinggian antara 0 hingga 500 meter di atas permukaan laut. Kabupaten ini berbatasan dengan wilayah perairan dan laut serta dua provinsi lainnya:
– Bagian Utara berbatasan dengan Provinsi Aceh.
– Bagian Timur berbatasan dengan Negara Malaysia di Selat Malaka.
– Bagian Selatan berbatasan dengan Provinsi Riau dan Sumatera Barat.
– Bagian Barat, berbatasan dengan Samudera Hindia.
Kabupaten Deli Serdang terbagi menjadi 22 Kecamatan. Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu menjadi kecamatan terluas karena memiliki wilayah mencapai 223,38 km2, sedangkan Kecamatan Deli Tua merupakan yang terkecil dengan luas hanya 9,36 km2.
Fakta Unik & Ciri Khas Deli serdang
Terdapat beberapa fakta menarik tentang Kabupaten Deli Serdang;
1. Akses Masuk ke Provinsi Sumatera Utara
Mantan Bupati Deli Serdang, H Ashari Tambunan pernah mengatakan keistimewaan kabupaten ini adalah perannya sebagai pintu gerbang ke Provinsi Sumatera Utara. Misalnya akses dari Tebingtinggi mau ke Medan harus melaui Deli Serdang. Begitu juga dari Palangkaraya (Kalimantan) harus melaui Deli Serdang sebelum memasuki kota Medan.
2. Memiliki Bandara Terbesar Ketiga di Indonesia
Banyak yang keliru mengira bahwa Bandara Internasional Kualanamu berlokasi di Kota Medan. Namun, yang sebenarnya, bandara terbesar ketiga di Indonesia ini terletak di Kabupaten Deli Serdang.
3. Tembakau Deli Serdang Mendapat Pengakuan Dunia
H Ashari Tambunan juga mengatakan Tembakau yang diproduksi di Deli Serdang pernah laku keras di Bremen, Jerman. Bahkan mantan Presiden Kuba yaitu Fidel Castro pernah menyebut Tembakau Deli rasanya paling nikmat di dunia.
4. Bagian dari Kesultanan Deli
Beberapa wilayah Deli Serdang dulunya termasuk dalam wilayah Kesultanan Deli dan terletak dekat dengan Medan.
5. Ada Kampus Negeri di Deli Serdang
Salah satu kampus negeri terbesar di Sumatra Utara yaitu Universitas Negeri Medan (Unimed) dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) berlokasi di Deli Serdang tepatnya di Kecamatan Percut Sei Tuan. Unimed awalnya berlokasi di Medan. namun, karena jurusannya semakin banyak, lokasinya pun dipindahkan ke Kabupaten Deli serdang.
Kabupaten Deli Serdang dengan sejarahnya yang kaya dan geografinya yang memukau, menawarkan beragam fakta menarik dan ciri khas yang membedakannya dari daerah lain. Dari kelezatan tembakau yang melegenda hingga keberadaan Bandara Kualanamu yang bergengsi, Deli Serdang memancarkan sejarah dan warisan budaya yang memikat.
(mw/ds)