Google Maps Jadi Celah Penipuan Digital, Ini Modus yang Harus Diwaspadai

MedanWow.id,- Pemanfaatan teknologi seperti Google Maps yang memudahkan kehidupan sehari-hari kini mulai disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Penipuan berbasis digital dengan menyusupkan data palsu dalam peta daring ini menargetkan pengguna yang sedang dalam kondisi darurat atau kurang waspada.

Salah satu modus yang paling umum adalah penggantian nomor kontak resmi sebuah lembaga atau layanan darurat dengan nomor milik pelaku. Data tersebut disisipkan lewat fitur Google Maps, membuat pengguna yang mencari layanan seperti customer service bank, rumah sakit, hingga jasa derek, tanpa sadar menghubungi nomor penipu.

“Bayangkan seseorang kehilangan kartu ATM dan buru-buru mencari nomor CS bank melalui Google Maps. Begitu menelepon nomor tersebut, justru tersambung ke pelaku yang kemudian meminta data pribadi dan OTP,” ungkap salah satu pengguna yang pernah hampir menjadi korban. Dalam banyak kasus, penipuan ini berujung pada pembobolan rekening dalam waktu singkat.

Selain mengubah informasi tempat yang sudah ada, pelaku juga menciptakan lokasi bisnis palsu seperti “Tukang Kunci 24 Jam” atau “Servis Elektronik Terdekat”. Profil-profil ini dilengkapi alamat fiktif, foto hasil curian dari internet, dan nomor telepon yang langsung terhubung ke pelaku. Korban yang menghubungi bisa dikenai tarif tidak masuk akal, bahkan menjadi korban pencurian.

Untuk menambah kredibilitas, pelaku kerap menggunakan jasa pembuat ulasan palsu. Dengan rating tinggi dan komentar meyakinkan, calon korban makin mudah terjebak.

Celah lain ada pada fitur Google My Business, yang memungkinkan pemilik usaha mengelola informasinya. Jika suatu bisnis belum diklaim, pelaku bisa mengambil alih dan mengganti data penting, termasuk nomor kontak dan jam operasional.

Modus-modus ini paling banyak menyasar kelompok rentan seperti orang tua atau masyarakat yang kurang melek digital. Dalam situasi terdesak, mereka cenderung tidak melakukan pengecekan ulang dan langsung menghubungi nomor yang terlihat paling atas.

Untuk menghindari jadi korban, pengguna diimbau untuk:

  • Memverifikasi nomor layanan melalui situs resmi, bukan hanya dari Google Maps.
  • Tidak sembarang memberikan informasi pribadi seperti PIN dan OTP melalui telepon.
  • Waspada terhadap bisnis dengan nama asing namun rating tinggi secara tidak wajar.
  • Segera melaporkan tempat mencurigakan di Google Maps agar bisa ditindaklanjuti.
  • Memberikan edukasi kepada orang tua dan kerabat soal potensi penipuan ini.

Seiring berkembangnya teknologi, cara penipuan pun semakin canggih. Oleh karena itu, masyarakat dituntut untuk lebih hati-hati dalam memanfaatkan platform digital, termasuk yang sudah akrab sekalipun seperti Google Maps.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *