2.600 Hewan Ternak di Sumut Diduga Terjangkit PMK, Edy Rahmayadi: Tak Ada yang Mati

2.600 Hewan Ternak di Sumut Diduga Terjangkit PMK, Edy Rahmayadi: Tak Ada yang Mati 

Sebanyak 2.600 hewan ternak di Sumatera Utara (Sumut) diduga terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memastikan ribuan hewan ternak itu tidak ada yang mati.

“Saat ini, sudah 2.600 hewan ternak kita kambing, sapi dan kerbau Tapi dari 2.600 ini tidak ada yang mati. Ada yang sembuh dan segala macam,” kata Edy dikutip dari iNewsMedan, Rabu (25/5/2022).

Edy mengungkapkan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut akan terus melakukan pengawasan dan penanggulangan dengan berkordinasi dengan Pemerintah Pusat.

“Kita berusaha untuk mencegahnya dengan dilakukan isolasi diobati. Dan tolong wartawan sekalian jangan membuat rakyat stress, karena hal ini bisa kita selesaikan dengan baik,” tutur mantan Pangkostrad itu.

Dia juga mengatakan Pemprov Sumut akan melakukan pengawasan ketat hewan ternak akan dijadikan hewan sembelih pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.

Edy mengungkapkan jangan sampai hewan yang disembelih diduga terjangkit PMK. “Perlu diwaspadai di Idul Adha yakni Dinas Kesehatan main (terjun) yang kedua Forkopimda kami sedang membentuk pos pos di perbatasan yang ketiga Dinas Peternakannya melakukan isolasi-isolasi pada hewan yang terpapar,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Peternakan Sumut, M.Azhar Harahap menjelaskan pihaknya terus melakukan pengawasan transaksi jual-beli hewan kurban dan juga pengawasan diikuti Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumut ini.

“Langkah-langkah pengawasan kita lakukan dalam penjualan hewan kurban. Kita melayangkan surat ke Kabupaten/Kota dan dinas yang menangani.

Melakukan pemeriksaan fisik terhadap hewan kurban yang kirim ke kabupaten yang lain,” kata Azhar. Kemudian, Azhar melarang keras aktivitas jual beli ternak dari provinsi lain. terutama dari wabah seperti berasal dari Provinsi Aceh.

Sehingga para pedagang hewan kurban harus mengikuti imbau dan larangan disampaikan oleh Pemprov Sumut ini. “Harus mencantumkan SKKH dari Dokter hewan dan kepala dinas yang menangani fungsi peternakan setempat daerah asal.

Menugaskan dokter hewan berwewenang untuk memeriksa hewan-hewan masuk ke pasar hewan,” ucap Azhar. Meski terjadi larangan pasokan sapi dari luar Provinsi Sumut masuk, stok daging sapi untuk konsumsi mencukupi dengan stok aman hingga tiga bulan ke depan.

“Ketersediaan daging di Sumatera Utara ini, masih ada 17.000 ekor yang tersedia untuk siap dipotong. Itu cukup untuk tiga bulan ke depan. Termasuk ketersediaan untuk Idul Adha,” kata Azhar.

Azhar mengungkapkan malah ada khawatir pasokan daging sapi akan terganggu di Provinsi Riau. Karena, daerah itu mendatangi daging sapi dari Sumut ini.

“Kita khawatir sumber ternak berasal dari Sumut seperti Riau. Masyarakat tidak usah khawatir dengan ketersediaan masih cukup. Tapi, kami tidak memperbolehkan memperjualbelikan ternak yang sakit. Sanksi belum ada,” tuturnya.

(mw/dvs)

Leave a Reply

Your email address will not be published.